Tradisi Serakalan untuk Melepas Jama’ah Umroh

20 Mei 2016 16:28:36 WIB

Montong Gamang-Loteng. Waktu menunjukkan pukul 20.30 wita, masyarakat silih berganti berdatangan kerumah salah seorang warga yang beberapa hari lagi akan berangkat umroh. Tak lama setelah itu suara merdu  bacaan Barzanji terdengar jelas dari pelataran rumah warga tersebut. Bait-bait syair yang dilafazkan oleh seorang Qori’ dan diikuti oleh masyarakat yang kumpul pada malam itu mampu memecah keheningan malam.

Begitulah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat untuk melepas calon jama’ah umroh dilingkungan mereka. Tradisi ini lebih dikenal dengan serakalan. serakalan atau melafazkan syair-syair tentang keagungan nabi Muhammad. Serakalan ini dijadikan masyarakat  sebagai media untuk memohon kesehatan dan kesalamatan bagi calon Jama’ah umroh yang akan berangkat ketanah suci mekkah.

Beberapa hari sebelum keberangkatan, biasanya masyarakat berduyun-duyun datang kerumah untuk menggelar serakalan sekaligus doa bersama untuk calon Jama’ah umroh. Tradisi ini sudah sejak lama ada dan diyakini mendatangkan keberkahan bagi calon yang akan berangkat ketanah suci maupun masyarakat yang ada disekitarnya. Doa-doa serta harapan agar jama’ah yang akan melaksanakan ibadah umroh diberikan kesehatan dan kekuatan untuk melaksanakan ibadah terus dipanjatkan oleh masyarakat yang hadir. Tak jarang kondisi tersebut membuat jama’ah yang akan berangkat terharu dan meneteskan airmata kebahagian. Diakhir serakalan dan doa bersama, calon Jam’ah umroh secara bergantian bersalaman dengan semua masyarakat yang hadir pada malam tersebut.

Komentar atas Tradisi Serakalan untuk Melepas Jama’ah Umroh

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silahkan datang / hubungi perangkat desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukan NIK dan PIN

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutube

Lokasi Montong Gamang

tampilkan dalam peta lebih besar

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Negara Pengunjung

Sapa Kawasan NTB

DBIP (Desa Benderang Informasi Publik)