KESEMPATAN

22 Desember 2015 15:23:27 WIB

                                                                       KESEMPATAN

Dalam sebuah perjalanan dinas,seorang manajer dan stafnya yang masih muda menumpang kereta api jurusan Bandung-Jakarta. Tempat duduk yang tersisa hanyalah didepan wanita muda yang cantik dan neneknya. Sang manajer dan stafnya duduk berhadapan dengan kedua wanita tersebut. Sementara kereta api berjalan keempat orang ini mencoba menyesuaikan diri dengan membuka percakapan.

Percakapan mulai terbuka hingga tanpa terasa kereta yang mereka tumpangi mulai memasuki terowongan. Entah mengapa, lampu dalam gerbong kereta tiba – tiba tidak menyala. Tak ayal lagi, seluruh gerbongpun menjadi gelap gulita

Untuk beberapa lama, keempat orang ini dan tentunya penumpang lain diliputi kegelapan total mereka hanya ditemani oleh derulokomotif serta bunyi roda kereta api. Dalam kesunyian saat itu, di samping mendengar deru kereta api, keempat orang yang duduk berdekatan itu mendengar suara lain yang cukup keras, yakni sebuah ciuman dan sebuah tamparan.

Setelah melewati terowongan yang gelap tersebut, keempat orang itu mulai menerjemahkan bunyi ciuman dan tamparan tadi dengan persepsi masing – masing.

Si wanita muda berpikir,’’ saya merasa tersanjung manajer yang berdasi didepan saya ini telah mencium saya, namun saya sangat malu karna nenek menamparnya.’’

Sedangkan neneknya berpikir,’’ saya kesal karena orang muda itu mencium cucu saya, tetapi saya bangga karna cucu saya punya keberanian untuk membalasnya!’’

Di pihak lain , sang manajer duduk diam sambil berpikir, ‘’Staf saya telah memperlihatkan keberanian yang besar untuk mencium gadis yang belum di kenalnya, tetapi mengapa gadis tersebut keliru menampar saya?’’

Tampaknya, hanya staf itu satu – satunya orang yang tau apa sesungguhnya  yang terjadi, sebab dalam waktu yang singkat dia mempunyai kesempatan untuk mencium seorang gadis cantik sekaligus menampar manajernya. He,he

Orang bijak pernah membagi tiga jenis manusia. Pertama, manusia bodoh , yakni mereka yang selalu melalaikan dan mengesampingkan setiap kesempatan yang ada. Kedua, manusia baik, yakni mereka yang selalu mengambil kesempatan yang datang kepadanya. Sedangkan jenis manusia ketiga adalah manusia bijak, yakni mereka yang selalu mencari kesempatan yang memungkinkan dirinya untuk terus berkembang tanpa harus banyak menunggu.

Sumber: Buku setengah isi setengah kosong by marpaung Partulungan *AN/J*

 

Komentar atas KESEMPATAN

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silahkan datang / hubungi perangkat desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukan NIK dan PIN

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutube

Lokasi Montong Gamang

tampilkan dalam peta lebih besar

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Negara Pengunjung

Sapa Kawasan NTB

DBIP (Desa Benderang Informasi Publik)